Rihlah Part III

Jepretan gw [waktu acara ramah tamah]

Sepertinya saya harus cepat bergerak, biar segala sesuatu menjadi jelas dan terang [iklan pilips]. Setelah hampir seminggu cerita pendakian dan tour saya “gantung”[nyontek judul lagu rossa], sekarang gw balik lagi. Bukan apanya, kemarin ceritanya “ngadat” and lambat untuk dilanjut itu karena gw benar-benar lagi nggak mood buat nulis.

Di dalam dunia jurnalistik "penyakit" ini dikenal dengan nama mati angin atau tak ada bahan berita yang bagus buat diangkat dan dibahas. Sedangkan gw..?? ada bahan yang bisa di ceritain, tapi mood buat nulis nggak ada. Jadi bukan mati angin istilahnya, tapi mati AC He..He..He..

Tapi sebelum cerita ini berlanjut, gw pengen klarifikasi tentang poto yang di postingan sebelumnya [Mr Italy] hohoho. Buat siapa pun yang pernah menganggap bahwa poto itu di Italy, saya mohon maaf. Itu bukan poto di Italy, tapi itu poto di “old market” di syarmu syeh, tepatnya di depan restoran Italy yang berseberangan dengan Hard Rock Cafe syarmu syeh. Jadi poto itu masih di daerah mesir [bukan Italy]. Mohon maaf kalo merasa diboongin, tapi jujur aja gw nggak ada maksud buat itu [piss brother and sister].

Cerita disambung.

Perjalanan mendaki dimulai. Kami semua berjalan bersama-sama. 15 menit sebelumnya 5 orang panitia berjalan terlebih dahulu buat menunggu kami di pos pertama. Suasana jalan terang dan ramai oleh lampu senter peserta rihlah. Sambil berjalan, tak hentinya mereka bercerita, bahkan tertawa cekikikan. Yang membawa pasangannya, mereka berjalan berdampingan sambil saling menyenter wajah pasangannya [pekerjaan orang gila]. Gw awalnya berjalan dengan fael, yusuf, acha, aris, tapi ditengah jalanan menuju pos pertama kami berpisah. Fael berjalan bagian depan dan dengan ribut bercerita [jelas banget kedengaran ma gw, mana suaranya cempreng lagi] piss bro jangan marah baca postingan ini. Dan aris? Gw nggak tau Aris nyasar di mana, yang jelas dia berjalan di rombongan agak belakang. Sedangkan gw berjalan dengan acha [alasannya jalan dengan acha] karena Acha punya senter dan gw tidak.

“shet,.. hati-hati bung, ada ranjau” teriak teman di bagian depan.
Awalnya gw kira mereka hanya bercanda, tapi ternyata bener. Ada banyak ranjau di jalan yang kami lewati. Bertebaran!!! Maksudnya ranjau adalah kotoran onta. Yah, daerah yang kita lewati memang merupakan daerah yang sering dilewati oleh onta. Hewan-hewan itu mengangkut para turis yang tidak kuat berjalan kaki ke atas gunung. Wajar aja sih, bule itu kan punya banyak duit, jadi tinggal bayar dan mereka akan dianter sepertiga perjalanan. Ongkosnya emang lumayan mahal, sekitar 100 Le atau 200 ribu rupiah.

15 menit sudah kami berjalan, aku berbalik kebelakang, dan pemandangan indah yang gw liat. Daerah tempat kami tadi memulai pendakian terlihat seperti langit malam yang dipenuhi dengan bintang. Itulah cahaya lampu jalan dan lampu rumah penduduk di kaki gunung.

Ke 5 orang panitia yang berangkat duluan tadi sudah menunggu di pos pertama. Kami semua singgah untuk istirahat sejanak [20 menit]. Sambil istirahat, panitia mengadakan acara ramah tamah atau perkenalan dengan seluruh peserta rihlah. Dan peraturannya adalah siapa yang nggak bisa nyebutin orang yang ada disampingnya maka dia harus di hukum dengan menyanyi [kebetulan panitia membawa gitar]. Hoe, gw seperti tersendak, tak ada peserta lain yang gw kenal kecuali ke 3 temen gw tadi. Gw ngeliat kiri-kanan gw, mencoba melihat siap yang ada disamping kiri dan kanan gw. Yes, ternyata orang yang ada di samping kiri dan kanan gw adalah temen gw juga, Untungnya diriku. Coba kalo buka, gw harus nanya2 nama lagi ke orang yang ada dosamping gw. [buat yang pengen bikin rihlah, jangan bikin game kaya gini, nggak seru]

Perjalanan berlanjut. Kami ber4 berjalan barengan lagi. Tapi sialnya, mungkin karena gelap jadi kita nggak terlalu memperhatikan siapa yang ada disamping kiri dan kanan kita. Hua, Aris ngilang lagi [ketinggalan di belakang] sedangkan ucup mah udah jalan dibarisan paling depan.

Sekarang dengan sendirinya terbentuk kelompok-kelompok sesuai dengan kemampuan jalan dan mendaki masing-masing. Gw di rombongan ke 2. terdiri dari 4 cowok dan 2 cewek. Diantara cowoknya adalah gw, fael, Acha dan satu orang lagi yang nggak gw tau namanya. Sedangkan 2 cewek yang ada di kelompok kami adalah Nurul ama Rahmah. Nurul itu temen satu angakatan gw di Tërobosan Pers dan rahmah itu temennya Nurul “kenalan lama”.

Dalam gelap kami berjalan dengan diterangin cahaya senter 2 buah. Dan kami harus extra hati-hati berjalannya karena ada banyak “ranjau darat” yang mengincar kaki-kaki kami. Sesekali ada robongan onta yang menahului rombongan kecil kami dan di punggungnya duduk dengan santai bule-bule, sambil menyanyi “hale luya”.

Sekarang jalan yang kami lalui sudah sedikit menanjak. Gw yang memakai jaket merasa panas, padahal cuaca disitu dingin. Badan gw keringatan, terpaksa jaker levis yang gw pake dicopot. Kami terus berjalan beriringan, sambil bercerita banyak hal, dan tentu saja gw yang paling akrab dengan kedua cewek yang ikut di rombongan gw.

20 menit sudah kami berjalan dari pos pertama tadi. Rahmam meminta waktu untuk istirahat sejenak, tapi kami tangguhkan karena tinggal beberapa meter kedepan ada warung-warung tempat peristirahatan. Kami targetkan sampe disitu baru akan istirahat. Tapi kelihatannya Rahmah sudah terlalu cape’ untuk terus berjalan. Terpaksa Rahmah ditarik ama temen cowok yang nggak gw kenal itu. Dengan sarung gw sebagai alat [nggak mungkin dong digendong;bukan muhrim] Rahmah memegang satu ujungnnya dan cowok itu memegang ujung yang satu lagi. Mereka berjalan seperti truk gandeng yang terseok-seok, padahal jarak yang telah kami tempuh belum mencapai seperempat dari perjalanan. Huh,..Cape dech...

8 Komentar:

  1. Anonim mengatakan...

    apa? mati angin.. mati AC..

    kalo ga ada ide buat nulis dan ga ada mood buat nulis apa donggg??

    syar mu syehh..aduh aduh apaan lagi tuh??

  2. :::..IpanG.::: mengatakan...

    [sintakuper] kalo nggak mood nulis ama nggak ada ide buat di tulis, jadinya mati angin+mati AC. Gitu aja kok repot,...

    syarmu sekh itu daerah elit di mesir, kawasan pariwisata and tempat istirahatnya president2 yang berkunjung ke Mesir,....

  3. Amanda mengatakan...

    wah om ipang... seru amat sih perjalanannya gyahaha. btw, jepretannya yahud tuh hihi

  4. Anonim mengatakan...

    wah.. mbak nungguin cerita tentang gadis yang duduk dikursi no3 tuh*kecewa*

  5. :: ing :: mengatakan...

    hum hum hummmmm...

    iyah futunya bangus...

  6. ..Ica.. mengatakan...

    setuju mba, ca juga nunggu cerita c 'gadis di kursi no 3' :p

  7. f.i.q.e.l mengatakan...

    huu.
    tukang boong.
    kirain di italy bneran.
    hha.

  8. :::..IpanG.::: mengatakan...

    [amanda]iyyah nih, perjalanannya seru hehehe..makasih pujiannya,.. hehehe..

    [mamae yusuf] cewekx masih di belakang mam, belom nyampe.

    [ing] maksih bu,..

    [ica] hohoh,..tunggu aja cewekx nanti ketemu kok.

    [fiqel] bukan maksud buat boong, kan di atas udah gw mohon maaf.