Rihlah Part I

Gaya apa ni???
Assalamu alaikum….

Setelah tiga hari nggak pernah nongol di dunia per-blog-an dan dunia YM akhirnya sekarang gw hadir lagi. Hadir dan bercerita tentang serunya perjalanan hidup gw tiga hari kemarin. Dan sepertinya postingan saya kali ini bakal panjang banget, jadi buat yang merasa nggak bisa nyelesaiin bacaan-nya, nanti bisa di lanjut besok.

Acara rihlah[baca;tour] kali ini di adain oleh NU. Agenda tahunan ini dijalankan oleh angkatan yang baru terpilih menjadi pengurus NU cabang Kairo. Rute rihlah pun sangat menarik, pertama-tama kita akan mengunjungi Uyun Musa atau mata air nabi Musa, kemudian ke hammam Fir’aun, gunung Sinai atau gunung Musa, pantai Dahab dan terakhir taman laut Syarmu Sekh.

Oke, perjalanan dimulai.

Bus yang kami tumpangi berangkat tepat setelah shalat dzuhur, dengan jumlah peserta 54 orang termsuk panitia dan guide 2 orang. Bus full AC memang paling nikmat dipake buat jalan-jalan jika musim panas, meski harga buat nyewa bus-nya juga enak [baca;mahal] berkisar 1.600 Le atau sekitar 3 juta perhari. Sedangkan rencana tout kita ini akan berlangsung selama 3 hari jadi 1.600 x 3 hari dan hasilnya itung sendiri.

Para peserta rihlah sendiri bermacam-macam ada yang dari anggota NU cabang kairo, atau peserta partisipan seperti saya dan beberapa anggota lainnya. Dan untuk mengikuti rihlah ini, saya harus mengeluarkan uang jajan sebanyak 170 Le atau sekitar 350 ribu rupiah.

Mobil sudah meninggalkan H10 bawwabah 3. Melewati gurun pasir yang sangat luas tak bertepi. Saya tiba-tiba terpikir jika mobil ini macet ditengah jalan dan harus berhenti di tengah padang pasir ini, sedangkan tanda-tanda kehidupan tidak ada sedikitpun. MATI DECH...

Satu pemandangan yang sangat mengagumkan ketika bus harus masuk kedalam terowongan yang berjarak 2KM. Saya sendiri tidak menyangka jika terowongan yang kami lewati itu berada dibawah laut atau berada di bawah terusan Suez, dan ternyata itu terbukti ketika kami keluar dari terowongan itu, tepat di bagian kiri bus sebuah kapal konteiner besar berjalan pelan diatas laut aneh itu.

Saya katakan aneh, karena mana mungkin ada laut di tengah padang pasir. Dan ternyata laut seperti itu ada di Mesir. Terusan suez sendiri adalah jalan pintas untuk perjalanan laut yang membelah pulau afrika, menyambungkan antara laut Merah dengan laut Meditarania. sebuah kapal jika ingin ke eropa, mereka tidak perlu lagi berputar mengelilingi pulau afrika, cukup melewati terusan suez.

Perjalanan terus berlanjut. Objek pertama perjalanan rihlah ini adalah Uyun Musa atau mata air Nabi Musa. Mata air ini dulunya berjumlah 12 mata air tapi sampe sekarang yang tersisa tingal 2 mata air dan tingal satu yang masih aktif mengeluarkan air, sedangkan mata air yang lainnya sudah tertutup oleh pasir. Tempat mata air itu sendiri sangat mengagumkan, karena berada tepat di tengah-tengah padang pasir. Kelihatan aneh memamang jika ada mata air di tengah padang pasir, tapi inilah real-nya bahwa dulu ketika nabi musa kehausan dalam perjalanan dengan 12 suku sewaktu diusir dari kota mesir, disitulah nabi Musa memperlihatkan mu’jizatnya dengan memukulkan tongkat ke padang pasir dan muncullah 12 mata air yang dibagi tiap suku mendapat 1 mata air buat kehidupannnya.

Tak ada yang terlalu menarik di daerah ini. Mungkin karena sudah sangat terlalu tua dan daerah ini kurang mendapat sokongan dari pemerintah mesir akhirnya peninggalan yang sangat bersejarah ini tertimbun oleh pasir.

Hammam Fir’aun.

Setelah meninggalkan Uyun Musa, bus berjalan [entah kearah mana, utara apa selatan aku tidak tahu] yang jelas objek selanjutnya adalah Hammam Fir’aun yang artinya Tempat mandi Fir’aun. Hammam dalam bahasa arab artinya kamar mandi, sedangkan Fir’aun adalah gelaran raja-raja mesir kuno. Sekedar tambahan bahwa ada banyak fir’aun di mesir, tapi yang sangat terkenal adalah ramses ke II atau yang kita kenal sebagai Fir’aun yang jahat dan sezaman dengan Nabi Musa.

Back to cerita hammam Fir’aun. Letak hammam Fir’aun cukup jauh dari uyun Musa, sekitar 2 jam perjalanan. Posisi hammam Fir’aun sangat strategis karena berada di pinggir pantai dan tepat berada di pingir jalan. Sebelah kanan jalan adalah gunung batu tempat hammam Fir’aun, sedangkan di sisi kiri jalanan adalah pantai.

Pikiran saya waktu mendengar nama hammam Fir’aun adalah tempat yang sama dengan hammam Cleopatra yang berada di pinggir pantai, dan terdiri dari batu karang besar yang dibolongin tengahnya untuk masuk dan mandi didalam. Tapi ternyata saya salah besar. hammam Fir’aun dulu adalah pemandian air panas, tapi sekarang airnya sudah tidak ada yang tinggal hanya panas dan uap. Seorang temen nyeletuk waktu kita sampai di areal hammam Fir’aun, dia mengatakan “ternyata Fir’aun dulu juga mandi uap yah”.

Bau belerang tercium sangat jelas. Tampak lobang-lobang dibagian gunung batu tersebut, itulah jalan fir’aun masuk kedalam goa gunung itu untuk mandi SPA atau mandi uap belerang. Saya sempat mendekat ke bibir goa tersebut tapi dengan cepat saya menjauh, sangat tidak mengenakkan baunya.

Yup, satu pemandangan indah dan mengagumkan yang saya dapat. Air yang berada di bibir pantai ternyata panas ding. Hoho,.. ini baru keren pinggir pantai yang airnya panas itu adalah pemandangan yang jarang kita temukan.

Kami tidak terlalu lama disitu, karena kita harus melanjutkan perjalanan selama 4 jam untuk sampai ke tujuan rihlah selanjutnya. Bus meninggalkan hammam Fir’aun. Beranjak menuju Sinai untuk melakukan pendakian nanti malam. Panitian mengumumkan untuk kita bisa istirahat di dalam bus, karena nanti malam kita akan mengeluarkan tenaga extra. Senja menyapa bumi, aku merubah sedikit sandaran kursi kebelakang, biar badan sedikit bisa rileks. Mataku terpejam pikiranku melayang keseorang gadis yang duduk di deretan kursi nomor 3 dari depan sebelah kanan. Sepertinya aku tau, tapi siapa yah?? Nanti saja diperjelas. Gw tidur dolo. Besok dilanjut ceritanya...

5 Komentar:

  1. aprie mengatakan...

    Sepertinya aku tau, tapi siapa yah?? Nanti saja diperjelas. Gw tidur dolo. Besok dilanjut ceritanya...

    aih....
    kaya di novel ajah..
    hehehehe..

  2. Ica mengatakan...

    ass..
    bikin ngiri deh jalan-jalannya.
    pengeeennn... hhhh..

  3. f.i.q.e.l mengatakan...

    pengen ikut!

  4. damZ mengatakan...

    ceritanya menarik:D

  5. Anonim mengatakan...

    Ceritanya Ok, tp akan lebih Ok lg kl disr\ertakan juga foto2 hasil jepretan di TKP.
    Lebih Kreatif n Semangaaaat...Teruzzzz,.....

    By Arie101