Pekerjaan paling menyeram-kan setelah penjaga ruangan mayat.
Sekejam-kejamnya ibu tiri dan ibu kost, jauh lebih kejam lagi ibu kota. Benar-benar "ibu" yang tak tanggung-tanggung untuk kejam kepada "anak"nya sendiri.
Realita kekejaman Ibukota negara sudah lama menjadi sebuah pelengkap dari perkembangan suatu negara. Tidak hanya satu ibukota negara yang kejam tapi hampir semua ibukota negara itu kejam, dari ibukota negara yang paling moderen seperti Amerika sampai ibukota kita sendiri Jakarta. Saya tidak tahu siapa yang paling kejam, tapi setidaknya dari kesemua ibukota negara itu, mungkin Ibukota negara kita yang bernama Jakarta itulah yang paling kejam, paling tega, paling sadis dan paling tidak bisa menerima alasan-alasan apa saja.

Mungkin dari kita sudah pernah merasakan kekejaman ibukota negara sendiri, tapi bagi yang belum saya sarankan sebaiknya anda tidak usah mencoba untuk merasakannya. Karena korbannya pun tidak tanggung-tanggung, semua kalangan dibabat habis, Mulai dari manusia, hewan, udara, air, tanah bahkan orang mati-pun terkena imbas dari kekejamannya.

Kita singkirkan sejenak persoalan tentang udara yang tercemar, air kotor terkena limbah, sampah yang terus menggunung disamping rumah-rumah kumuh yang tidak lebih besar dari pos satpam komplek perumahan mewah atau bahkan pos satpam itu jauh lebih luas dari rumah-rumah kumuh yang terbuat dari kardus itu!?!? Sejenak kita tutup mata dengan hiruk pikuknya nafsu-nafsu yang terus berkeliaran dari pagi sampai malam. Kita selipkan sejenak dibelakang punggung tentang orang-orang elit yang terus meracuni tanpa henti orang-orang alit dengan kebohongan atas janji-janji yang tak lebih berharga dari kotoran kambing.


Jika selama ini yang menjadi korban dari kekejamannya hanya yang bernyawa, sekarang ibukota menambah volume kekejamannya dengan mendzolimi yang tidak bernyawa lagi. Bukan cuma orang-orang kecil yang digusurnya, tapi justru orang-orang mati dan harus rela pindah tempat demi kepuasan atas kecantikan ibukota.

Pemerintah ibukota jakarta sedang meneruskan proyek jalan tembus dari jalan Casablanca menuju jalan Rasuna Said. Bukan proyek-nya yang menjadi masalah, tapi mengapa harus melewati makan dan harus menggusur pemakaman??? tembusan dari Casablanca lagi, tau sendirikan (kata orang) Casablanca angkernya kek gimana?

Saya bukan pesimis atas proyek ini, tapi mari kita lihat apa dampak dari semua ini. Jika suatu saat ketika jalanan ini jadi dan sudah dipergunakan sebagai mana mestinya, maka akan muncul masalah baru, yaitu jalan itu akan dianggap angker karena melewati areal bekas pemakaman . Ujung-ujungnya dari ini semua adalah film horror.


Tapi setidaknya ini mungkin opsi dari pemerintah yang jauh lebih bagus daripada harus menggusur orang-orang yang masih hidup. Jika makam kehujanan ato kepanasan itu sih biasa dan tidak menjadi masalah, tapi jika orang hidup kehujanan dan kepanasan, maka hasilnya adalah sakit. Lagian juga orang mati udah nggak ngurusin jazadnya kan?? Tapi kalo jadi gentayangan, suruh aja hantuin kepala proyek jalan itu. Ha ha ha...

News dimari

2 Komentar:

  1. d.E.a.s.Y mengatakan...

    gw sering kok lewat casablanca, kalo nganter nyokap ke RS Mata Aini. Gak ada apa2 bang disitu, cuma yg terkenal malahan restoran ikan bakar dan coto makassar gitu. Mana sering macet pula,,

  2. The Armstrong mengatakan...

    tragis memang... itulah jakarta, ibukota negara indonesia...

    tapi ngomong2 bukannya kalo masalah penggusuran bukan hanya marak di ibukota, melainkan hampir diseluruh indonesia dari sabang sampe merauke berjejer penggusuran... ada pemakaman lah, rumah pengemis lah, rumah yg udah ditempati dari jama belanda lah yang belum kenal namanya surat tanah, dll. apasih yg ga bisa digusur...

    hmmm tragis dan membuat hati menjadi miris...

    tapi ngomong2 soal jakarte, gw mau kuliah disana bung nantinya... hehehe :D