Besar VS Gede

Bintan apa BintanG..??
Benar kata pakar bahasa Indonesia, bahwa bahasa gaul itu sebenarnya "merusak" bentuk dan tatanan bahasa baku yang sedari dulu kita pakai. Sama seperti waktu kita masih SD, ibu guru selalu memberikan wejangan seperti ini;
"berbahasalah dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar"

Saking kerasnya didikan waktu gue sekolah SD dulu, jika ada salah seorang teman yang tidak berbahasa Indonesia, atau keceplosan berbahasa daerah, maka dia akan mendapat "hadiah" sebagai bentuk hukuman (aneh yah, orang dihukum kok dapat hadiah). Sebuah tutup tempat sabun (dulu kalo tidak salah tutup tempat sabun wings dech) diikat di sisi kiri dan kanannya dengan tali, kemudian di atas plastik bundar itu, tertulis kalimat seperti ini
"aku tidak berbahasa Indonesia".
Lucunya, benda keramat itu harus di ikat dipinggang dengan tulisan tepat di depan perut. Jadi siapapun yang memakai "azimat" itu, dari kejauhan sudah ketahuan kalau lagi kena musibah tidak berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Dulu, setelah di Kairo ada teman yang bertanya ke saya apa arti dari kata GEDE..? gue jawab;
"Gede itu sama jika kamu mengatakan besar. Bedanya besar itu adalah bahasa baku, sedangkan gede bukan (bener nggak tuh)"
Terus dia bilang gini;
"Jadi kalo saya bilang; wahai tuhan yang maha gede? bisa?"
Asli lucu sekali. Seumur-umur, baru kali ini ada yang berdoa kepada Tuhan dengan memakai kata gede. Akhirnya sambil menahan ketawa, gue bilang ke dia;
"Kalau kamu mau pake kata "gede" berarti harus pake kata "loe" juga biar serasi. Misalnya kamu mau berdoa, yah kamu bilang; "ya Tuhan yang maha gede, loe yang memberi gue rezky"
"Ih, kalo gitu kan nggak sopan, masa ama Tuhan ngomong loe-gue"
"Makanya gue bilang, nggak usah pake bahasa gaul, pake bahasa baku aja. Sama tuhan nggak usah sok keren, Tuhan tau dosa-dosa dan aib-aib apa yang sudah barusan kamu perbuat"
== dia bengong ==
Berdoa saja kok pake gaya. Harusnya jika berdoa lemahkan dirimu, perlihatkan jika kamu benar-benar butuh pertolongan, jangan sok-sok-an. Nanti doamu nggak di kabulkan, kecewa kan jadinya.. he he he....

2 Komentar:

  1. Ani mengatakan...

    Bener dan setuju sih, kadang kita nggak bisa memakai sembarang kata, sembarang bahasa untuk sembarang kesempatan, semua sudah ada peruntukannya sendiri2.

  2. Ka' Aja mengatakan...

    Widihhh.. Ngomongin bahasa yah on..
    Apa yah.. *mikir....*
    Yg pasti sih bahasa ntuh erat kaitannya dg budaya.. Di mana ada bahasa disitu ada budaya..
    sama kek gw ma nunu reeves..

    Bahasa milik semua org,selama lingkupnya mensepakati,jadiLah 'bahasa' itu..
    Sama kek bhs.arab.. Di pondokan..
    Kan ada tuh bbrpa kata yg 'pidgin'..

    Intinya sih.. Pengendalian diri aja.. Adi' on???
    Hehehehe..