Menulis itu seperti menelanjangi diri sendiri, memperlihatkan dengan polos watak, pikiran dan isi batok kepala kita. Gue jadi setuju dengan pendapat yang mengatakan "menulis itu seperti bercermin. Ketika kamu menulis, maka kamu harus memperlihatkan watak aslimu, karena itu akan menjadi ciri khas dari tulisanmu".

Akhir-akhir ini gue jadi sibuk sendiri, sibuk mikirin bom bunuh diri yang meledak di Kuningan Jakarta dan mengakibatkan MU nggak bisa tanding melawan All Star Indonesia. Kemudian gue sibuk mikirin tentang hasil ujian yang nggak turun-turun (kalo ini nggak cuma dipikiran, tapi di doain juga semoga hasilnya baik). Tapi yang paling bikin gue nggak habis pikir adalah : gue pengen bikin tulisan yang rada serius, tapi serasa susah banget.
"apa ini ada hubungannya dengan watak gue yang nggak bisa di suruh ngomong serius yah..?"

Gue sadar, kalo gue pengen bikin cerita serius, berarti gue juga harus serius berpikir, serius bercerita dan serius mengeluarkan isi batok kepala gue. Masalah yang kemudian muncul adalah, ternyata gue bukan tipe orang yang serius. Gue termasuk tipe orang yang suka bayol, canda, ribut, konyol, dan sedikit oon. Lantas kalo gue kesulitan bikin cerita yang serius, apa ini tanda kalo gue bakal ngelawan kondrat yang udah ada dalam diri gue..??
"Lama-lama gue beneran jadi penulis ketoprak humor ".

Seperti dililit kabel, kemudian digantung. Gue ngerasa tersiksa banget nulis gaya serius gitu, tiap hari pengen nulis cerita, tapi mentok-mentoknya cuma bisa 2 lembar. Dan yang lebih parah adalah, gue nggak bisa konsisten tiap hari nulis. Anggaplah sehari gue bisa 2 lembar, kalau sebulan menjadi 2x30= 60 Lembar. Kalau gue nggak bisa lepas nulis, dan hanya bergairah menulis sekali seminggu dengan pencapaian 2 lembar sekali nulis, wuih, bisa kiamat dunia ini dan cerita gue nggak kelar-kelar. Ato mungkin gue udah punya anak, dan cerita itu baru sampai di halaman 30-an. Lantas gue akan suruh anak gue buat lanjutin ntuh cerita:
"anak ku inilah warisan satu-satunya dari ayahmu yang tua renta ini, Kancutkan.. eh, lanjutkan..!"

NB: apakah gue harus merubah aliran yang serius itu..?? berarti harus rombak lagi dong..??
(perjuangan baru akan di mulai kawan)

1 Komentar:

  1. Ka' Aja mengatakan...

    ini menurut ilham yang gw dapetin setelah naek turun bukit, di negeri antah barantah.. terserah bang On, mau ngikutin apa kagak..
    tulisan itu emang bener pengejawantahan atas diri seseorang..
    jangan jadiin menulis itu sebagai thing u have to do in ur list...
    tapi jadiin itu sebagai excitement.. niscaya tulisan Lu' bakal ngalir kek "Morning diary" lacar tyussss....

    nah gimana caranya menulis dg excitement???

    just call me... gw ada resep bo'.. huahuahua...